Sejarah PPKS Unit Marihat

  • 1927

    Pembentukan PPN

    Pembentukan Pusat Perkebunan Negara (PPN) merupakan gabungan dari perusahaan perkebunan kelapa sawit asing milik Belanda yang memiliki Bagian Penelitian di Marihat, yang disebut Bagian Penasehatan Pertanian.

  • 1957

    Pembentukan PPPM

    Avros (Algemeene Vereeniging van Rubberplanters ter Oostkust van Sumatera).

  • 1963

    Terbentuknya PPN Aneka Tanaman

    Reorganisasi berdasarkan jenis komoditi, terbentuk PPN Karet, Gula, Tembakau, serat, dan Aneka Tanaman. PPN Aneka Tanaman terdiri dari kelapa sawit, teh, kina, coklat, pinus, kapuk, dan lainnya.

  • 1964

    Terbentuknya PUPENAS

    Terbentuk Pusat Penelitian Aneka Tanaman Sumatra (PUPENAS) di Marihat, Pematang Siantar berdasarkan SE No. 57/III/1007/AT/64 tertanggal 6 Juni 1964.

  • 1965

    Rehabilitasi Kebun Percobaan

    PUPENAS dan Belanda mengumpulkan, mengevaluasi, dan merehabilitasi kebun percobaan di Tinjowan, Dolok Sinumbah, Gunung Bayu, Pulau Raja, Pabatu, dan Sawit Sebrang.

  • 1967

    PUPENAS berganti nama menjadi MRS

    PUPENAS diganti nama menjadi Marihat Research Station (MRS) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 185/Kpts/OP/8/1968.

  • 1973

    MRS berubah nama menjadi PPM

    MRS diganti nama menjadi Pusat Penelitian Marihat (PPM) atas perintah Menteri Pertanian.

  • 1973

    Introduksi E. guineensis Jacq. dan E. melanococca

    Introduksi E. guineensis Jacq. dan E. melanococca dari Pantai Gading (Côte d’Ivoire), Cameroon, Zaire, Columbia, Brazil, dan lainnya.

  • 1975

    PPM Melakukan Rekomendasi Pemupukan

    PPM dipercaya membuat rekomendasi pemupukan secara rutin ke PNP/PTP, swasta asing/nasional, dan perkebunan rakyat.

  • 1982

    Terbentuknya Pusat Penelitian Kelapa (PPK)

    Pembentukan Pusat Penelitian Kelapa (PPK) pada 2 Januari 1982 berdasarkan Surat Keputusan Bersama Direksi PT. Perkebunan II, Direksi PTP VI, dan Pimpinan PTP VII. Pembentukan tersebut sebagai tindak lanjut Instruksi Menteri Pertanian No. 901/Mentan/XI/1981.

  • 1983

    Introduksi dan Pelepasan Elaeidobius kamerunicus

    Introduksi dan pelepasan serangga penyerbuk kelapa sawit (SPKS) Elaeidobius kamerunicus untuk melestarikan lingkungan perkebunan.

  • 1984

    PPM Menyediakan Kecambah Kelapa Sawit

    PPM menyediakan benih kelapa sawit berupa kecambah untuk kebutuhan perkebunan besar dan rakyat sesuai ketetapan Pemerintah RI dengan SK Menteri Pertanian RI No.: KB-320/261/KPTS/5/1984 dengan kapasitas 38 juta benih.

  • 1990

    PPM Menjadi PUSLITBUN-Marihat

    PPM menjadi Pusat Penelitian Perkebunan Marihat (Puslitbun-Marihat) berdasarkan keputusan Rapat Anggota AP3I. Dalam waktu yang bersamaan PPK diserahkan pengelolaannya ke AP3I dan berganti nama Pusat Penelitian Perkebunan Bandar Kuala (Puslitbun-Bandar Kuala).

  • 1991

    PUSLITBUN-Marihat sebagai Produsen Benih Kakao

    Puslitbun-Marihat sebagai produsen/sumber benih kakao lindak hibrida.

  • 1992

    Penggabungan Puslitbun Marihat, Bandar Kuala, dan Medan

    Penggabungan Puslitbun Marihat, Bandar Kuala, dan Medan Menjadi Pusat Penelitian Kelapa Sawit pada 24 Desember 1992 berdasarkan surat keputusan ketua DPH-AP 31 No. 084/Kpts/DPH/XII/1992.