26 Nov, 2025
PT RPN dan IRRDB Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Riset dan Hilirisasi untuk Masa Depan Industri Karet Dunia
Palembang, 25 Oktober 2025 – Palembang kembali menjadi sorotan dunia industri karet dengan terselenggaranya Workshop International Rubber Research and Development Board (IRRDB) 2025, yang berlangsung pada 20–22 Oktober 2025. Acara yang digelar oleh PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) bersama IRRDB ini mempertemukan para peneliti, akademisi, dan pelaku usaha dari berbagai negara produsen karet seperti Malaysia, India, Filipina, Kamboja, dan Indonesia.
Mengusung tema “Facing Challenges in the Natural Rubber Industry: Combating Diseases and Seizing Opportunities”, forum internasional ini dan berhasil menyepakati pentingnya riset kolaboratif, inovasi teknologi, serta hilirisasi produk untuk memperkuat daya saing industri karet dan kesejahteraan petani.
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta berdiskusi dan bertukar pengetahuan terkait berbagai topik strategis sektor karet, antara lain pengendalian terpadu terhadap penyakit tanaman karet, pengembangan varietas unggul yang tahan serangan penyakit, penerapan budidaya adaptif berbasis ekonomi sirkular, serta optimalisasi penggunaan bahan organik sebagai pupuk alami.
Tantangan Industri: Penyakit Daun dan Harga Karet yang Terpuruk
Ketua Gapkindo Sumatera Selatan, Alex K. Edy, menyoroti kondisi kritis yang tengah dihadapi perkebunan karet di wilayahnya. Ia menyebutkan, banyak petani kini beralih ke komoditas lain seperti sawit, tebu, atau singkong akibat rendahnya harga karet dan ancaman penyakit daun seperti Colletotrichum yang menyerang tanaman.
“Sejak 2017 produksi karet nasional terus menurun. Dari 3,8 juta ton kini hanya sekitar 2 juta ton pada 2024. Harga jualnya pun masih rendah, di kisaran Rp13 ribu per kilogram, padahal idealnya bisa mencapai dua kali lipat,” ungkap Alex.
Ia menambahkan, meningkatnya produksi karet sintetis oleh negara seperti Tiongkok turut menekan permintaan terhadap karet alam.
“Jika tidak ada langkah nyata dalam riset dan inovasi, petani bisa kehilangan motivasi menanam karet,” tegasnya.
Kolaborasi dan Inovasi Jadi Kunci
Dalam sambutannya, SEVP Riset, Inovasi & Sustainability PT RPN, Tjahjono Herawan, menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama riset lintas negara dalam menghadapi tantangan industri karet global. Ia menyampaikan bahwa riset kolaboratif menjadi elemen penting untuk mendorong inovasi, efisiensi produksi, dan peningkatan kesejahteraan petani karet.
Tjahjono menjelaskan, sinergi antarnegara produsen karet dibutuhkan agar hasil penelitian dapat diterapkan secara langsung di lapangan. Kolaborasi riset juga diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan utama sektor perkaretan, mulai dari serangan penyakit daun, penurunan produktivitas, hingga tekanan harga akibat persaingan dengan karet sintetis.
“Industri karet tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan kerja sama yang berkelanjutan antara lembaga riset, pemerintah, pelaku usaha, dan petani agar inovasi benar-benar berdampak pada peningkatan daya saing dan keberlanjutan industri,” ujar Tjahjono.
Komitmen Bersama untuk Aksi Nyata
Hasil akhir forum ini menegaskan komitmen bersama antara IRRDB dan PT RPN melalui Pusat Penelitian Karet untuk menyusun rencana aksi jangka panjang guna memperkuat ketahanan dan keberlanjutan industri karet alam.
“Riset, hilirisasi, dan kerja sama lintas negara harus menjadi fondasi utama agar Indonesia, khususnya Sumatera Selatan, tetap menjadi rumah bagi inovasi dan kemajuan industri karet dunia,” tutup Tjahjono.
Kegiatan ditutup dengan kunjungan lapangan ke Kebun Musilandas PTPN I Regional 7 Banyuasin, di mana peserta dapat melihat langsung praktik pengelolaan perkebunan karet berbasis hasil riset nasional.
Melalui workshop ini, diharapkan hasil kolaborasi para peneliti dan pemangku kepentingan dapat menghasilkan inovasi nyata yang mampu meningkatkan produktivitas, ketahanan, dan keberlanjutan industri karet di tingkat nasional maupun global. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antarnegara produsen karet untuk menghadapi tantangan industri di masa depan dengan solusi riset yang berkelanjutan.
Keterangan Lebih Lanjut:
Divisi Sekretariat Perusahaan
PT Riset Perkebunan Nusantara
Ponsel: 0811-1380-3523
Email: rpn@rpn.co.id


