Sejarah PPKS

  • 1901

    Berdirinya Algemeene Proefstation voor Thee, Proefstation voor Rubber.

  • 1910

    Avros (Algemeene Vereeniging van Rubberplanters ter Oostkust van Sumatera).

  • 1916

    APA (Algemeene Proefstation der AVROS) didirikan pada tanggal 26 September 1916 sebuah lembaga penelitian perkebunan pertama di Sumatra. Pada saat itu, fokus utama penelitian APA adalah komoditi karet, setelah semakin berkembang APA juga menangani penelitian teh dan kelapa sawit.

  • 1943

    Jepang mengganti nama APA menjadi Gunseibu Medan Nogyo Kenkyusyo

  • 1957

    APA berganti nama menjadi Balai Penyelidikan GAPPERSU atau Research Institute of The Sumatra Planters Association (RISPA).

  • 1964

    Marihat Research Station (MRS) didirikan.

  • 1984

    Didirikan Pusat Penelitian Kelapa Bandar Kuala.

  • 1987

    RISPA berganti nama menjadi Pusat Penelitian Perkebunan (Puslitbun) Medan.

  • 1992

    Penggabungan Puslitbun Marihat, Bandar Kuala, dan Medan Menjadi Pusat Penelitian Kelapa Sawit pada 24 Desember 1992 berdasarkan surat keputusan ketua DPH-AP 31 No. 084/Kpts/DPH/XII/1992.

  • 1993

    PPKS berada dalam koordinasi Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI), Asosiasi Penelitian Perkebunan Indonesia yang anggotanya terdiri dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

  • 2009

    Sejak 22 Desember 2009, LRPI resmi mendapatkan badan hukum dari PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN-anak perusahaan BUMN Perkebunan) dan mengelola 5 Puslit dan 1 Balit.

  • 2017

    Peresmian Oil Palm Science Techno Park (OPSTP).

  • 2019

    PT. Riset Perkebunan Nusantara sebagai Anak Perusahaan PTPN III (Persero) mengelola 6 Pusat Penelitian, salah satunya PPKS sesuai Surat Keputusan KEMENKUMHAM No. AHU-0019281.AH.01.02 Tahun 2019 Tanggal 09 April.

  • 2022

    PPBBI bergabung ke PPKS menjadi PPKS Unit Bogor.